Karawang I netone.web.id I - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, kembali menunjukkan cara reses yang berbeda. Melalui program 'Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya', ia menggelar pelayanan terpadu untuk masyarakat Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar dari pagi. Ini adalah salah satu program kami anggota DPRD Provinsi, dewan menyapa warga berbasis budaya, yang hari ini kami laksanakan di Desa Pasirkamuning," ujar Sri Rahayu.
Sejak pagi, rangkaian acara diawali dengan senam bersama yang diikuti kader Posyandu, kader PKK, dan masyarakat sekitar.
Setelah itu, warga langsung disuguhi berbagai pelayanan publik gratis yang menjadi inti kepedulian dewan kepada masyarakat:
1. Pelayanan Administrasi: Pembuatan KTP, KK dan dokumen kependudukan lainnya bekerjasama dengan Disdukcapil Karawang.
2. Tebus Murah: Operasi pangan murah yang dilaksanakan oleh Bulog.
3. Cek Kesehatan Gratis: Bekerjasama dengan RS Fikri Karawang.
"Ini bentuk kepedulian kami anggota DPRD Provinsi agar lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya serap aspirasi, tapi ada pelayanan publik yang langsung dirasakan," tegasnya.
Tak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi budaya desa seperti Bubur Suran / Luasan dan Dongdang, yang merupakan inisiasi dari Pemerintah Desa Pasirkamuning.
Sri Rahayu menyebut, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara dirinya dengan Kepala Desa Pasirkamuning. Turut hadir Camat Telagasari yang diundang Kades, serta Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Golkar, Abdul Aziis yang kebetulan Dapil 4 Telagasari. Ia juga mengundang Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Ia menegaskan, anggaran kegiatan ini bersumber dari Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat dan harus terus dipertahankan.
"Cerita apapun, terlaksananya kegiatan ini dari anggaran Sekretariat DPRD Jabar. Ini menjadi evaluasi kami di provinsi. Saya selalu mengusulkan kegiatan ini jangan dicoret, harus terus dilaksanakan. Kenapa? Karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kegiatan saya memang beda dengan anggota dewan lainnya, ini bentuk kecintaan saya kepada masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sri Rahayu menjelaskan bahwa tugas anggota DPRD Provinsi tidak hanya reses. Ada kegiatan pengawasan pemerintahan yang dilaksanakan seminggu sekali atau 4 kali dalam sebulan, ada pendidikan demokrasi ke sekolah-sekolah, dan dialog kebangsaan.
"InsyaAllah di 2027 nanti kami akan ada program baru lagi, seperti dewan menyapa teman-teman disabilitas," pungkasnya.
Redaksi