Penangkal Petir di Gedung Bupati Karawang Patah, Pemerhati: "Simbol Pertahanan Gedung Melemah"

Karawang I netone.web.id I- Fasilitas penangkal petir di Gedung Bupati Karawang dilaporkan mengalami kerusakan. Salah satu komponen penangkal petir diketahui patah dan hingga kini belum ada perbaikan.

Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan ASN dan masyarakat, mengingat Karawang rawan petir saat musim hujan. Penangkal petir berfungsi penting untuk mengalirkan sambaran ke tanah agar gedung dan peralatan elektronik tidak rusak.

"Kalau penangkalnya patah begini kan riskan. Gedung pusat pemerintahan harusnya jadi prioritas perawatan," ujar salah satu pegawai Pemkab.

Pemerhati Budaya, Ini Simbol Pertahanan Melemah Menariknya, kerusakan ini juga disorot oleh kalangan pemerhati budaya. 

"Patahnya penangkal petir di gedung pusat pemerintahan itu bukan sekadar kerusakan fisik. Dalam pandangan budaya, ini bisa dibaca sebagai simbol bahwa pertahanan gedung akan melemah. Artinya perlindungan, kewibawaan, dan ketahanan institusi perlu segera dikuatkan lagi," ujar seorang pemerhati budaya Karawang.

Pernyataan tersebut mengundang perhatian publik agar Pemkab tidak hanya melihat dari sisi teknis, tapi juga makna simbolis bagi masyarakat.

Mempertanyakan Anggaran Pemeliharaan Gedung, Peristiwa ini sekaligus membuka pertanyaan soal anggaran pemeliharaan gedung pemerintah.

Untuk gedung besar seperti kantor bupati, biaya pemasangan penangkal petir elektrostatis bisa mencapai Rp 25 juta - Rp 100 juta, belum termasuk perawatan berkala seperti pengecekan grounding dan penggantian komponen.

Padahal perawatan rutin sangat disarankan teknisi agar sistem tetap berfungsi dan bergaransi. Warga berharap Pemkab Karawang segera memberikan penjelasan resmi, melakukan perbaikan, dan lebih transparan terkait alokasi anggaran pemeliharaan aset daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Karawang terkait jadwal perbaikan.

Redaksi