Karawang I netone.web.id I
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri rapat koordinasi perlindungan pesisir Pantura Jawa yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Senin (4/5/2026).
Informasi tersebut disampaikan Bupati Aep melalui unggahan di akun Instagram resminya, @aep_syaepulohse. Dalam rapat tersebut, ia didampingi Plt. Asisten Pemerintahan dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Karawang.
Rapat membahas rencana strategis perlindungan kawasan pantai utara Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur, dengan penekanan khusus pada wilayah pesisir utara Karawang.
“Dengan garis pantai sepanjang ±84 km, kawasan pesisir Karawang menyimpan potensi besar bagi nelayan dan sektor tambak. Namun, wilayah ini juga menghadapi tantangan serius berupa abrasi, kerusakan ekosistem mangrove, dan dampak perubahan iklim,” tulis Bupati Aep.
Dalam forum itu, Pemkab Karawang mengusulkan tiga langkah prioritas kepada Pemerintah Pusat:
1. Percepatan penanaman mangrove di sepanjang garis pantai;
2. Penguatan koperasi nelayan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi warga pesisir;
3. Pembangunan tanggul laut di wilayah prioritas, yakni Desa Sedari, Cemarajaya, dan Pusakajaya Utara.
“Besar harapan kami, persoalan abrasi di Karawang dapat masuk dalam proses percepatan penanganan oleh Pemerintah Pusat,” tegasnya.
Terkait penanganan di lapangan, Bupati Aep memastikan Pemkab Karawang telah merealisasikan pembangunan hunian bagi warga terdampak. Di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, sebanyak 320 unit rumah telah dibangun untuk korban banjir rob dan abrasi.
“Insyaallah, dari 320 unit tersebut, 299 rumah sudah dihuni warga dan 21 unit sisanya akan segera diserahkan dalam waktu dekat,” pungkas Bupati Aep.
Rls
Redaksi
